Berikut Nama-nama Peserta DM-2
Ikhwan :
1. Machmurie (IAIN)
2. Lutfillah (IAIN)
3. Hendra Permana (UNTIRTA Serang)
4. Mad Mini (IAIN)
5. Arif Rahman (UNTIRTA Serang)
6. Masykur (IAIN)
7. Nidi Sarmidi (IAIN)
8. A. Khozin (IAIN)
9 Zaenal (IAIN)
10. Nasrullah (UNTIRTA Serang)
11. Jaka Tampati (UNTIRTA Serang)
12. Deden Taufik (UNTIRTA Cilegon)
13. Syahroni (UNTIRTA Cilegon)
14. Syaifurahman (UNIRTA Cilegon)
15. Ali (Lebak Selatan)
16. Ubaydillah (Lebak Selatan)
17. Nasrullah (IAIN)
18. Jujay (IAIN)
19. Sayleli (IAIN)
Akhwat :
1. Syarifah (IAIN)
2. Nur Utiah (IAIN)
3. Eha Fatria (IAIN)
4. Aisya Bella (IAIN)
5. Nihlah (UNTIRTA Serang)
6. Siti Yunita (UNTIRTA Serang)
7. Linda Setiawati (UNTIRTA Serang)
8. Rohaya (UNTIRTA Serang)
9. Fariah (IAIN)
10. Mumun Munawaroh (IAIN)
11. Siti Fatimah (UNTIRTA Serang)
12. Masaeni (UNSERA)
13. Aisyah (Cilegon)
14. Okke (Lebak Selatan)
(Mohon maaf kalau ada kesalahan dalam menulis nama ^_^)
Persyaratan :
Makalah
- Times New Roman 12, spasi 1,5 margin kiri 4 margin atas 3 margin kiri 3 margin bawah 3, kertas A4
- Minimal 12 halaman
- Cover berlogo KAMMI, nama lengkap, NIM, asal kampus, fakultas, jurusan
- Soft copy makalah di kirim via email ke : kammi_banten@yahoo.com, print out makalah di bawa saat pelaksanaan DM-2
Tema Makalah :
1. Teori Bernegara dalam ISlam
2. 11 Tahun KAMMI Mengawal Reformasi
3. Studi KOmparasi Manhaj Gerakan-gerakan Dakwah di Indonesia
4. Potret Pemuda Banten antara HArapan dan Tantangan
5. Wanita dan Peradaban
Manhaj Tugas Baca :
1. Pemikiran Politik Kontemporer IKhwanul Muslimin
2. Masa Depan di Tangan Islam (Sayyid Quthb)
3. 10 Sahabat yang dijamin MAsuk Syurga
4. FIkih Nisa / Fikih Sunnah (Sayyid Sabiq)
5. KAMMI dan Pergulatan Reformasi (Mahfuzh Siddiq)
6. Menyiapkan MOmentum (Rijalul Imam)
7. Perlawanan Dari MAsjid KAMpus (Andi Rahmat dan M. Najib)
8. Menuju MAsyarakat Madani (Hidayat Nur Wahid)
Pelaksanaan : 4-6 September 2009
Registrasi : Rp. 75.000 / orang
Asalamualaikum WR Wb
akhirnya, tim seleksi DM 2 KAMMI Banten, memutuskan :
1. Nama2 di bawah merupakan utusan Komsat yang mengikuti seleksi DM 2 tahap 1, dan harus mengikuti matrikulasi. matrikulasi berupa pembekalan materi untuk akselerasi pemahaman kader sebelum menyongsong pendadaran DM2. diselenggarakan setiap sabtu pukul 15.30 s/d selesai bertempat di sekretariat KAMMI Banten. dimulai 1 Agustus 2009.
- peserta yang termatrikulasi, diwajibkan mengikuti seleksi DM2 tahap 2 yang digelar 23-29 Agustus 2009. info menyusul
- bagi yang tidak mengikuti matrikulasi secara rutin dinyatakan FAILED. kecuali alasan tertentu.
2. Nama2 yang tidak tercantum dalam peserta matrikulasi, diharapkan membuat makalah dengan tema terlampir. dan dinyatakan siap mengikuti DM2 tanpa harus mengikuti matrikulasi lagi.
3. Pelaksanaan DM 2 digelar 4-6 September 2009.
Nama-nama AB1 yang wajib mengikuti matrikulasi :
1. Luthfillah (IAIN SMH Banten)
2. Sugleli (IAIN SMH Banten)
3. Mahmuri (IAIN SMH Banten)
4. Maskur (IAIN SMH Banten)
5. Nidi Sarmidi (IAIN SMH Banten)
6. Madmini (IAIN SMH Banten)
7. Arif Rahman (Untirta Banten kom Serang)
8. Yayu Yuliawati (Untirta Banten kom Serang)
9. Nihlah (Untirta Banten kom Serang)
10. Rohaya (Untirta Banten kom Serang)
11. Latifah (Untirta Banten kom Serang)
12. Risydah Fuadiah (Untirta Banten kom Serang)
13. Pety Pitriani (Untirta Banten kom Serang)
14. Hasanah (Untirta Banten kom Serang)
15. Siti Yunita (Untirta Banten kom Serang)
16. Yanti Nurmalasari (Untirta Banten kom Serang)
17. Selvi Destiasari (Untirta Banten kom Serang)
18. Winda Monika (Untirta Banten kom Serang)
Bagi nama2 yang belum tercantum (AB1) dan belum mengikuti seleksi tahap 1, diwajibkan mengikuti matrikulasi sebelum mengikuti seleksi tahap 2.
Untuk hari Kamis (6/8) pertemuan matrikulasi ke-2 jam 15.30 WIB di Kamda. Agenda sidang baca, tema : Demokrasi (boleh dari sumber apapun).
Oleh Mey Liza (Humas KAMMI Banten)
Duh, antusias banget ya saya pas nyampe di Makassar, Muktamar 6 yang lalu. Sekarang Muktamar udah lewat, Musda juga. Bahkan Mukerda juga sudah terlaksana awal Februari lalu di Malingping, Banten Selatan. Tapi nggak papa kan klu baca lagi antusisnya saya saat itu.
Assalamu'alaikum semua!
Rombongan KAMMI Banten yang berangkat ke Makassar sudah nyampe nih. Alhamdulillah.
Belum lagi 24 jam Qta disini sudah diajak berwisata kuliner.
Pagi jam 2.30 (dari bandara) langsung deh di traktir ama Ketua KAMMI Pusat
Coto Makassar yang terkenal itu.
Siangnya (yang akhwat) di ajak keliling Pasar Sentral, pasar terbesar di Makassar,
diajak nyicipin yang namanya Es Pisang Ijo.
Hmm...Tyan, rugi deh ga' ikutan!^_^
Belum lagi nih Qta dijanjiin ma panitia ngeliat sunset di Pantai Losari.
Wah..!
Adalagi, penutupannya nti di tutup ma Izzis lho!
Tapi disini semoga bukan jalan-jalan 'n wisata kulinernya saja yang dipikirin
tapi
ada yang lebih dari itu.
Apalagi kalau bukan masa depan KAMMI.
Sekian dulu kabar dari Makassar.
Salam,
Mey

Assalamu'alaikum,
sudah lama sekali tidak mampir kesini.
Habis, humas yang jadi admin sibuk ngubek-ngubek di blog http://nolempat.multiply.com
jadi yang ini terlupakan begitu saja.
Mana lay-outnya sederhana banget ya.
Cholid, ajarin dunk ngatur layout di bloger. Dulu bisa, sekarang lupa. Secara engga pernah di praktekin se. Jadi tu ilmu ngabur entah kemana.
Tadi aja pas ada teman yang minta tulung ngatur lay-out di bloggernya, saya lupa^_^
Hayu yang pinter, bantuin saya ya. Kan Ramadhan gini kalau banyak membantu orang pahalanya tambah gede lho. Bonus.
Sekalian ya mau ngasih khabar bahagia buat Jeng Dina, yang dulu staf Humas dan sekarang hijrah ke JabLik, selamat ya Bu atas suksesnya sebagai sarjana.
Kapan wisuda?
Qta-Qta di undang dunk syukurannya..he..he..
Happy Ramadhan, Ramadhan never die!
Ungkapan Sederhana Untuk Istri Tercinta
Oleh : Fitron Nur Ikhsan
Bila malam sudah beranjak mendapati Subuh, bangunlah sejenak. Lihatlah istri
Anda yang sedang terbaring letih menemani bayi Anda. Tataplah wajahnya yang
masih dipenuhi oleh gurat-gurat kepenatan karena seharian ini badannya
tak menemukan kesempatan untuk istirah barang sekejap, Kalau saja tak ada
air
wudhu yang membasahi wajah itu setiap hari, barangkali sisa-sisa
kecantikannya sudah tak ada
lagi.
Sesudahnya, bayangkanlah tentang esok hari. Di saat Anda sudah bisa
merasakan betapa segar
udara pagi, Tubuh letih istri Anda barangkali belum benar benar menemukan
kesegarannya.
Sementara anak-anak sebentar
lagi akan meminta perhatian bundanya,
membisingkan telinganya
dengan tangis serta membasahi pakaiannya dengan pipis tak habis-habis. Baru
berganti pakaian,
sudah dibasahi pipis lagi. Padahal tangan istri Anda pula yang harus
mencucinya.
Di saat seperti itu, apakah yang Anda pikirkan tenang dia? Masihkah Anda
memimpikan tentang
seorang yang akan senantiasa berbicara lembut kepada anak-anaknya seperti
kisah dari negeri
dongeng sementara di saat yang sama. Anda menuntut dia untuk nenjadi istri
yang penuh
perhatian, santun dalam bicara, lulus dalam memilih kata serta tulus dalam
menjalani tugasnya
sebagai istri, termasuk dalam menjalani apa yang sesungguhnya bukan
kewajiban istri tetapi
dianggap sebagai kewajibannya.
Sekali lagi, masihkah Anda sampai hati mendambakan tentang seorang perempuan
yang sempurna,
yang selalu berlaku halus dan lembut? Tentu saja saya tidak tengah
mengajak
Anda membiarkan
istri kita membentak anak-anak dengan mata membelalak. Tidak. Saya hanya
ingin mengajak Anda
melihat bahwa tatkala tubuhnya amat letih, sementara kita tak pernah menyapa
jiwanya, maka
amat wajar kalau ia tidak sabar.
begitu pula manakala matanya yang mengantuk tak kunjung memperoleh
kesempatan untuk
tidur nyenyak sejenak, maka ketegangan emosinya akan menanjak. Disaat itulah
jarinya yang
lentik bisa tiba-tiba membuat anak kita menjerit karena cubitannva yanq
bikin sakit.
Apa artinya? Benar, seorang istri shalihah memang tak boleh bermanja-manja
secara
kekanak-kanakan, apalagi sampai cengeng. Tetapi istri shalihah tetaplah
manusia yang
membutuhkan penerimaan. Ia juga butuh diakui, meski tak pernah meminta
kepada Anda.
Sementara gejolak-gejolak jiwa yang memenuhi dada, butuh telinga yang mau
mendengar.
Kalau kegelisahan jiwanya tak pernah menemukan muaranya
berupa kesediaan
untuk mendengar,
atau ia tak pernah Anda akui keberadaannya, maka jangan pernah menyalahkan
siapa-siapa
kecuali dirimu sendiri jika ia tiba-tiba meledak. Jangankan istri kita yang
suaminya tidak
terlalu istimewa, istri Nabi pun pernah mengalami situasi-situasi yang penuh
ledakan, meski
yang membuatnya meledak-ledak bukan karena Nabi Saw. tak mau mendengar
melainkan
semata karena dibakar api kecemburuan. Ketika itu, Nabi Saw. hanya diam
menghadapi 'Aisyah
yang sedang cemburu seraya memintanya untuk mengganti mangkok yang
dipecahkan.
Alhasil, ada yang harus kita benahi dalam jiwa kita.
Ketika kita menginginkan ibu anak-anak kita selalu lembut dalam mengasuh,
maka bukan
hanya nasehat yang perlu kita berikan. Ada yang lain.
Ada kehangatan yang perlu kita berikan agar hatinya tidak dingin, apalagi
beku, dalam
menghadapi anak-anak setiap hari, Ada penerimaan yang
perlu kita tunjukkan
agar anak-anak itu
tetap menemukan bundanya sebagai tempat untuk memperoleh kedamaian, cinta
dan kasih-sayang.
Ada ketulusan yang harus kita usapkan kepada perasaan dan pikirannya, agar
ia masih tetap
memiliki energi untuk tersenyum kepada anak-anak kita.
Sepenat apa pun ia.
Ada lagi yang lain: pengakuan. Meski ia tidak pernah menuntut, tetapi
mestikah kita menunggu
sampai mukanya berkerut-kerut.
Karenanya, marilah kita kembali ke bagian awal tulisan ini. Ketika
perjalanan waktu telah
melewati tengah malam, pandanglah istri Anda yang terbaring letih itu.
lalu pikirkankah sejenak, tak adakah yang bisa kita lakukan sekedar Untuk
menqucap terima kasih atau menyatakan sayang? Bisa dengan kata yang
berbunga-bunga, bisa
tanpa kata.Dan sungguh, lihatlah betapa banyak cara untuk menyatakannya.
Tubuh yang letih
itu, alangkah bersemangatnya jikadi saat bangun nanti ada
secangkir minuman
hangat yang
diseduh dengan dua sendok teh gula dan satu cangkir cinta.
Sampaikan kepadanya ketika matanya telah terbuka, "Ada secangkir minuman
hangat untuk
istriku. Perlukah aku hantarkan untuk itu?"
Sulit melakukan ini? Ada cara lain yang bisa Anda lakukan. Mungkin sekedar
membantunya
menyiapkan sarapan pagi untuk anak-anak, mungkin juga dengan
tindakan-tindakan lain, asal tak
salah niat kita. Kalau kita terlibat dengan pekerjaan di dapur, rnemandikan
anak,
atau menyuapi si mungil sebelum mengantarkannya ke TK, itu bukan karena
gender-friendly;
tetapi semata karena mencari ridha Allah. Sebab selain niat ikhlas karena
Allah, tak
ada artinya apa yang kila lakukan. Kita tidak akan mendapati amal-amal kita
saat berjumpa
dengan Allah di yaumil-kiyamah.
Alaakullihal, apa yang ingin Anda lakukan, terserah Anda. Yang jelas, ada
pengakuan untuknya,
baik lewat
ucapan terima kasih atau tindakan yang menunjukkan bahwa dialah
yang terkasih.
Semoga dengan kerelaan kita untuk menyatakan terima-kasih, tak ada airmata
duka yang menetes
dari kedua kelopaknya. Semoga dengan kesediaan kita untuk membuka telinga
baginya, tak ada
lagi istri yang berlari menelungkupkan wajah di atas bantal karena merasa
tak didengar. Dan
semoga pula dengan perhatian yang kita berikan kepadanya, kelak istri kita
akan
berkata tentang kita sebagaimana Bunda 'Aisyah radhiyallahu anha berucap
tentang suaminya,
Rasulullah Saw., "Ah, semua perilakunya menakjubkan bagiku."
Sesudah engkau puas memandangi istrimu yang terbaring letih, sesudah engkau
perhatikan gurat-gurat penat di wajahnya, maka biarkanlah ia sejenak
untuk meneruskan istirahnya. Hembusan udara dingin yang mungkin bisa
mengusik tidurnya,
tahanlah dengan sehelai selimut untuknya.
Hamparkanlah ke tubuh istrimu
dengan kasih-sayang dan cinta yang tak lekang
oleh perubahan,
Semoga engkau termasuk laki-laki yang mulia, sebab tidak memuliakan wanita
kecuali laki-laki
yang mulia.
Sesudahnya, kembalilah ke munajat dan tafakkurmu.
Marilah kita ingat kembali ketika Rasulullah Saw. berpesan tentang istri
kita. "Wahai
manusia,sesungguhnya istri kalian mempunyai hak atas kalian sebagaimana
kalian
mempunyai hak atas mereka. Ketahuilah,"kata Rasulullah Saw. melanjutkan,
'kalian mengambil
wanita itu sebagai amanah dari Allah, dan kalian halalkan kehormatan mereka
dengan kitab Allah.
Takutlah lepada Allah dalam mengurus istri kalian. Aku wasiatkan atas kalian
untuk selalu
berbuat baik. "
Taken From kammi_banten@yahoogroups.com
Rehat sejenak...
Sebuah legenda dimana ada seseorang begitu membangga-banggakan diri sehingga pekerjaan dia hanya memandangi dirinya sendiri.
Alkisah, seoranga muda yang setiap hari berlutut didekat danau untuk menganggumi keindahan dirinya sendiri. Ia begitu terpesona oleh dirinya hingga, suatu pagi, ia terjatuh kedalam danau itu dan tenggelam. Ditempat dimana ia terjatuh, tumbulah sekuntum bunga, yang dinamakan narcissus!
Pada saat Narcissus mati, dewi-dewi hutan muncul dan melihat danau tersebut, yang semula merupakan mata air segar berubah menjadi air-mata yang berasa asin.
"Mengapa engkau menangis?"tanya dewi pada danau.
"Aku menangisi Narcissus", jawabnya.
"Oooh,tidak mengherankan...karena pada saat kami mencarinya dihutan, hanya engkau yang dapat mengaguminya dari dekat..."
"Tapi...indahkah Narcissus?" tanya danau.
"Siapa yang lebih mengetahui daripada engkau?" Sang Dewi pun heran kebingunan. "Bukankah ia selalu didekatmu, karena setiap hari ia berlutut memandangi dirinya?"
Danau terdiam sesaat,kemudian ia berkata:
"Aku menangisi Narcissus, tapi aku tidak pernah memperhatikan bahwa Narcissus itu indah. Aku menangis karena setiap ia berlutut didekat tepianku dengan begitu dekatnya, sehingga membuat aku dapat melihat dari kedua bola matanya, pantulan keindahan diriku sendiri"
Pada saat kita memandang KAMMI itu indah, pada saat itu pula kita dapat melihat keindahan dari kadernya.
