Akhirnya saya bisa bertahan.

Dengan asma Allah SWT semua alam ini diciptakan.

Dengan asma-Nya kita selaku manusia mengetahui sesuatu serta dapat membaca dan menulis, lalu kepada-Nya kita akan kembali.

Bagi manusia yang dikaruniai Allah SWT kesadaran,

proses itu tidak boleh hanya terjadi secara fisik dan alami belaka.

Ikhwati Fiddin,

Kemarin merupakan hari (Rabu, 26 Maret) yang luar biasa bagi diri saya,

Cobaan saya dapatkan dengan bertubi-tubi,

Kalo saya ingin berandai-andai bias saja saya akan marah yang sangat dan melewati batas,

Tapi dengan izin ALLAH itu semua saya lewati,

Ikhwah fillah,

Mudah-mudahan cerita singkat ini dapat menjadi ibroh (pelajaran) dalam setiap aktivitas kita, insyaALLAH,

Berawal dari informasi yang saya dapatkan dari keluarga saya,

Innalillahi wa innailaihi raji'un pun saya ucapkan dan coz keluarga saya dapet musibah,

Via telepon adik saya-Haris mendapat musibah dan cobaan masuk rumah sakit,

Mudah-mudahan dengan sakit itu merupakan sertifikasi bagi para mujahid-mujahid tuk mengarungi samudera kehidupan ini dalam bingkai jalan dakwah yang penuh onak dan duri,

Ya Allah berilah kesabaran dan ketabahan kepada adik saya,

Ya Allah berilah kesembuhan dan kekuaran kepada adik saya,

Sekali lagi berilah kesembuhan ya Allah padahal tinggal hitung hari saja adik saya

Akan melaksanakan Ujian Nasional,…..

Akhirnya saya ditelepon ma orang tua saya suruh pulang dan menemani adik di rumah sakit,

Padahal pagi itu (08.00am) saya lagi syuro yang katanya penting bagi temen-temen saya,

Sejak ditelepon itu saya langsung izin saja dan siap-siap (prepare) semua peralatan yang akan saya bawa pulang,

Pukul 09.00 saya berangkat menggunakan kuda laju saya (motor yang menjadi tungganganku-jangan salah temen-temen motor ini mengisahkan banyak cerita terutama untuk dakwah ini),

Akhirnya dalan dah dengan sebelumnya melantunkan basmallah dan doa naik kendraan seperti yang dicontoh nabi Sulaiman as,

Tiba-tiba disaat perjalanan yach belom jauh dari kostan saya baru berjalan sekitar 2-3 km,

Motor saya tiba-tiba mati di tengah jalan langsung saja saya pinggirkan motor itu,

Dan saya mencoba meminta bantuan ikhwah ana (dede) untuk bantu ana,

Saran dari dia (ikhwah ana) sich agar motor saya dibawa ke bengkel,

Tapi saya tetep bersikeras (coz saya harus sampe dirumah sakit sebelum jam sebelas hari itu),

Akhirnya setelah dicoba disela motor itu jalan kembali,

Dan jalan juga tuh motor tetapi tiba-tiba kembali motor itu ngadat lagi dech,

Yach kira-kira baru jalan 1km an,

Saat itu saya coba hubungi ikwah di kampus yang punya motor (coz ikhwah ana sedang ngisi mentoring) akhirnya datanglah ikhwah fillah (salim),

Setelah berpikir panjang akhirnya saya menemukan klunya, kenapa motor saya mati terus?

Saya coba berasumsi ini pasti bensinnya kotor,

Jadi menurut pengalaman saya seperti itu,

Akhirnya saya coba bongkar motor itu,

Dan ikhwa fillah mencoba membika busi padahal saya sudah yakin kerusakannya bukan di busi,

Tapi yach sudahlah,

Setelah itu akhirnya saya juga yang turun tangan mencoba untuk menyedot dan meniup selang bensin,

Setelah ditiup beberapa kali barulah nyala kembali motor itu,

Disaat itu pula datang ikhwah junior saya (rizal dan adjat) dan ikhwah fillah pulang kembali ke kampus,

Akhirnya saya ditemani dengan ikhwah junior setelah nyala saya coba jalanin motor itu dan kembali lagi mati,

Dan akhirnya saya sedot san tiup kembali tuh selang bensin,

Dan akhirnya bisa juga, saya bersama ikhwah junior mencari bengkel untuk di servis motor saya,

Yach pa boleh buat gak ketemu juga bengkelnya,

Akhirnya dengan penuh keyakinan saya jalan dan say good bay to ikhwah junior,

Nah jalan tuh ehhh dah lumayan jauh kembali lagi tuh motor ngadat (abcd-aduh boo capek dech-yang ini jangan ditiru),

Berpuluh-puluh Istighfar saya lantunkan,

Akhirnya bongkar lagi dah tuh motor dan kembali hambarnya bensin (saya tiup dan sedot selang bensinnya kembali,)

Setelah itu Alhamdulillah nyala lagi tapi menelpon abi saya (saya pulang gak bawa motor),

Dan akhirnya setelah hidup tuh motor saya putar balik tuk dibawa ke kostan,

Sesampainya di kostan terjadi pertempuran pikiran (dibawa atau gak yah motor ini),

Dengan azzamku akhir saat dikostan saya bawa juga tuh motor gak jadi gak bawa motor,

Dengan azzamku, keyakinan ku, dan saya yakin pertolongan ALLAH akan datang,

Setelah jalan beberapa km (lumayan jauh juga yach kira-kira 20 km an),

Saya berpendapat wach Alhamdulillah motor ini dah gak mati-mati lagi,

Subhanallah berarti yang terakhir bensin kotornya sudah keluar semua,

Sepanjang jalan saya terus mengucapkan terima kasih pada sang Khaliq,

Akhirnya SAYA BISA BERTAHAN BERSAMA KEYAKINAN,

Yach saya meyakini itulah sebuah keyakinan.

Saya meyakini disaat itulah ALLAH pasti akan datang menolong,

Sabar yang menjadi perisai saya di saat itu,

TERIMA KASIH yaa ALLAH,

Bersabar hadapi tantangan,

Keyakinan yang ada pada saat itu,

Pertolongan ALLAH pun datang di saat itu,

Insya ALLAH saya menganggap itu adalah pertolongan ALLAH,

TERIMA KASIH yaa ALLAH

In uridlu illal ishlaha mastatho'tu,

Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku,

(gundah gulana yang mendatangkan ibroh yang sangat besar disaat itu-tidak ada kata putus asa-karena kapal perang di belakang kita sudah terbakar)

Afwan kalo bahasanya kacau balau,

Yach maklum lah baru belajar nulis nih,

Curhat lagi dech saya………

By: Liyuda Saputra
Taken From kammi_banten@yahoogroups.com